
Genus (Marga): Cuora
Species (Jenis): Cuora amboinensis
Ciri-ciri morfologi yang diamati
Kura-kura Sawah memiliki warna keseluruhan yang bervariasi dari zaitun sampai
hijau tua, dengan tempurung tengah yang sangat kompleks dan berpola karapas
(cangkang punggung). Titik leher anterior menampilkan marking berbentuk "V" di
leher yang merupakan ciri khas spesies ini. Tempurung cenderung membulat tinggi,
memberikan profil yang khas. Cangkang atau karapas berwarna cokelat gelap
hingga kehitaman dengan tekstur yang relatif halus. Plastron (cangkang perut)
berwarna lebih terang, biasanya kuning kecokelatan dengan pola gelap. Kepala
berukuran sedang dengan mata yang menonjol dan leher yang dapat ditarik
sepenuhnya ke dalam cangkang. Kaki pendek dengan jari-jari berselaput untuk
berenang, dan ekor yang relatif pendek.
Habitat atau lokasi ditemukannya objek
Kura-kura Sawah menghuni sungai, rawa, dan sawah di berbagai wilayah. Habitat
utamanya adalah perairan air tawar yang dangkal hingga sedang dengan arus
lambat atau tergenang, termasuk sawah-sawah yang tergenang air, rawa-rawa,
kanal irigasi, kolam, dan danau kecil. Distribusi geografisnya berdasarkan peta pada
papan informasi meliputi Sulawesi, Maluku, dan Ambon di Indonesia. Spesies ini
juga tersebar di Asia Tenggara lainnya. Objek pengamatan ini didokumentasikan di
fasilitas konservasi/kebun binatang di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, berdasarkan
logo provinsi pada papan informasi.
Catatan hasil pengamatan, seperti perilaku, kondisi lingkungan, atau hal
menarik lainnya
Perilaku: Beberapa kura-kura terlihat berjemur di bawah sinar matahari di area
kering. Ini adalah perilaku normal untuk mengatur suhu tubuh (thermoregulation).
Ada kura-kura yang berada di dekat atau sebagian dalam air, menunjukkan aktivitas
perpindahan dari air ke darat atau sebaliknya. Tidak tampak adanya perilaku agresif;
kura-kura cenderung tenang dan pasif. Kuraa-kura dewasa nampak berendam di
dalam air tanpa berpindah posisi.
Kondisi lingkungan: Lingkungan tampak seperti kandang semi-alami dengan
elemen batu, tanah, kolam kecil, dan dinding enclosure. Terdapat area air yang
dangkal sebagai tempat kura-kura berendam, sesuai kebutuhan mereka. Permukaan
tanah kering dan adanya sinar matahari langsung memberikan kesempatan bagi
kura-kura untuk berjemur. Terdapat bebatuan dan undakan kecil yang dapat
membantu kura-kura bergerak antara area air dan daratan.
Hal menarik: Beberapa kura-kura berukuran kecil tampak sedang berjemur,
sementara kura-kura dewasa lebih banyak berendam tanpa menunjukkan
tanda-tanda akan berjemur.
manfaat dan peranan ekologis
Kura-kura sawah berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai predator
tingkat menengah yang membantu mengontrol populasi ikan kecil, invertebrata, dan
hama sawah seperti keong serta serangga perusak padi. Sebagai omnivora,
kura-kura ini juga menjaga keseimbangan vegetasi air dan kualitas perairan. Bagi